Sabtu, 30 Desember 2017

Dari yang Rapuh, Untuk yang Jauh

Akan tiba hari di mana aku kehilangan jejakmu. Langkahku mencari ke mana-mana, tapi bayangmu telah hilang. Kau bersembunyi di antara bintang-bintang; pergi tanpa bilang-bilang; meninggalkan sebuah bimbang.

Akan tiba hari di mana aku merindu senandungmu. Memoriku lalu mengulangnya dengan lirih, tapi semua terlampau perih. Bahkan hal-hal kecil, seperti caramu bercerita maupun berurai air mata, menambah nyeri setiap kali aku mengingatnya.

Bahkan, akan tiba hari di mana aku kembali memanggil namamu. Namun, bukan di sebelah gagang telepon yang terhubung denganmu; bukan di atas secarik surat yang akan sampai padamu; bukan tepat di depan hidungmu, dengan kedua mata kita saling berjumpa.

–aku memanggilmu dalam hening
dan menerima jawaban dari kesunyian yang nyaring.

.

.

Sebab aku terlalu rapuh untuk menyentuh
dan kau terlalu jauh untuk disentuh,

sejauh masa depan dan masa lalu,
yang tak pernah bertemu,
tapi selalu merindu.


Zahra Annisa Fitri

1 komentar:

Tinggalkan jejak dengan bahasa yang baik. Terima kasih.. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...