Kamis, 08 Desember 2016

That's What We Called Proud

Saya bersekolah seperti remaja pada umumya. Saya berangkat pukul enam dan kembali kurang lebih pukul empat, kadang-kadang pukul setengah tujuh. Banyak hal yang saya pelajari di sekolah--wajar memang. Namun, saya pernah mendapat pelajaran yang jauh lebih berharga, justru di luar sekolah.

Oleh mereka yang bukan guru--tidak pernah dianggap guru.

Seorang tukang becak telah menyadarkan saya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...