Rabu, 05 Oktober 2016

Serampang Dua Belas? Jadikan Warisan Dunia!

Medan. Medan itu sudah kasar, serampangan pula. Masih untung banyak masyarakatnya yang bersuara emas dan memenangi kontes-kontes menyanyi nasional. 

Makanya, jan sepele kali ko sama Medan ini, wak.

Medan, begini-begini juga, di dalamnya ditemukan sejuta panorama indah yang menyimpan sejarah masing-masing di baliknya. Medan juga memiliki berbagai kebudayaan dan seni. Tidak hanya itu, dari sudut ke sudut, berjejer sajian kuliner penggugah air liur yang siap dihajar--tapi pastikan kamu membawa dompet yang berisi, kalau bisa tebal sekalian.

Balek kita ke topik.

Medan juga kaya akan etnis. Batak, misalnya, yang selalu diidentikkan dengan Medan. Orang Jawa pun bertebaran di berbagai daerah Kota Medan, begitu pula mereka yang bersuku Minangkabau atau Nias, apalagi Tionghoa. Sementara itu, penguasa daerah Kampung Keling justru orang-orang bermata belo, berkulit eksotis, dan berhidung yang mancungnya membuat terpana. Namun, nyatanya, etnis aslinya adalah Melayu. 

Salah satu ikon kota Medan, yang biasanya menjadi tempat wisata wajib, adalah Istana Maimun. Coraknya? Jelas, Melayu. Tepatnya, Melayu Deli.

Hasil gambar untuk maimun

Senin, 03 Oktober 2016

[Puisi] Labuhan Rindu

Lika Liku Dunia


Adakalanya hidup ini tak berarti; darah mengalir begitu saja; nyawa terbuang sia-sia. Manusia dianugerahi Tuhan sesuatu yang dinamai "akal", tapi terus merugi dengan berpegang teguh pada kebodohan. Di dunia yang fana ini, apa ada manusia yang menggerakkan akalnya untuk mencari tujuan hidup? Adakah yang beranjak dari tidurnya, berusaha menemukan alasan mengapa kita dilahirkan?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...