Jumat, 29 Juli 2016

Rintihan Sang Pendosa

www.pinterest.com

Kepada Yang Maha Besar.
Kepada Yang Maha Kuasa.
Kepada Yang Maha Melihat, juga Mendengar.

Sang Empunya Segala.

.

.

Izinkan aku dalam kerapuhanku menghadap-Mu dengan rintihan.

Aku, seorang aku, yang berlumur dosa, lalu Kau tutupi aibku dan membiarkanku baik dipandang orang.

Aku, seorang aku, yang selalu meninggikan hati, merasa akulah pusat dunia. Aku dan aku. Padahal aku yang 'hebat' ini pasti akan menengadahkan tangan tiap terluka, lalu mengiba akan rahmat-Mu, lagi.

.

.

Ampuni aku, Ya Tuhan.

Aku tak tahu kapan akan kembali pada-Mu. Juga tak tahu apakah akan diterima atau tidak di sisi-Mu. Seorang aku yang  terlalu kotor. Selalu membisikkan doa agar disucikan kembali jiwanya, tapi seketika berbuat zhalim lagi, seketika berpaling lagi.

Namun Engkau tak jua seketika menghentikan turunnya karunia. Tetap Kau izinkan ragaku bersatu padu dengan nyawa; Kau berikan kekuatan untuk jantungku berdenyut; Kau tidak lantas menarik semua titipan-Mu yang sering menjadikanku angkuh, merasa akulah pemilik seisi alam semesta.lagi.

.

.

Ampuni aku, Ya Tuhan.

Aku yang terus membangkang, tetapi terus mengaduh pada-Mu pula, bagaikan tak punya malu.

Sungguh hasratku akan dunia berkibar ke mana-mana. Begitu banyak hal yang ingin kupinta dengan belas kasih-Mu, Tuhan--tentu Engkau tahu. Nyatanya sekarang aku jadi malu meminta, sangat malu meminta. Terus menerus meminta padahal tingkah tak jauh dari nista.

.

.

Ampuni aku, Ya Tuhan.

Walau kekhilafanku telah membentuk gunung, walau kefasikanku mengalahkan jumlah buih laut, beri aku ampunan-Mu, Tuhan.

-29/07/2016-
Zaf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak dengan bahasa yang baik. Terima kasih.. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...