Jumat, 29 Juli 2016

Jomblo Itu Too Valuable Untuk Dimiliki

"Kenapa, sih, nggak ada yang tertarik?”

“Duh.. Hari gini, kok, gue masih jomblo aja, ya,”

Selalu aja bertanya-tanya sendiri kalau sedang berkaca di cermin. Kesendirian membuat gue menerka-nerka apa yang kurang dari diri ini sampai-sampai belum ada yang mau. Apa wajah kurang cantik, tubuh kurang ideal, kulit kurang putih, prestasi kurang cemerlang, tingkah kurang anggun.. Heran, deh. Kok doi masih aja nggak mau menoleh.

 http://poetrysync.blogspot.co.id/

Yah, bisa jadi sekarang jodoh lagi kelayapan ke mana-mana, tapi suatu hari pasti tobat dan dilabuhkan Tuhan ke pelukan kita. Iya nggak, sih?

Gue pun memutar otak. Mungkin gue masih jomblo karena kaum adam di sekitar gue berpikiran seperti di bawah ini.

http://www.huffingtonpost.ca/

Mapanin diri dulu, ah.
Sakit, sih, sekarang ini yang dipuja-puja nggak mau berhubungan dulu sama lawan jenis. Eh, tapi siapa tahu dia lagi fokus menata masa depannya?

PHP-in cewek? Ogah!
Setiap cewek pasti nge-fly kalau dapat pesan singkat dari dia, apalagi kalau pesannya bikin baper. Eh, tapi kalau dia ngirim pesan cuma untuk buat seneng sementara gimana? Duh, mending nggak usah, deh!

Paras dia cantik banget. Aku mana pantas untuk dia.
Biasanya yang ngomong kayak gini itu cowok yang wajahnya pas-pasan. Eit, tapi yang berpikiran kayak gini harus dihargai, lho! Walaupun dia minder dan nggak mau melakukan pendekatan, jangan-jangan dia adalah orang yang terus berdoa semoga pujaan hatinya dapat cowok cakep yang dianggapnya lebih pantas dibanding dia. Nah lho.

Gila pinternya kabina-bina. Gue musti banyak belajar lagi supaya sebanding!
Dia nggak mau kalah sama si cewek; dia mau lebih baik lagi. Dia sadar bahwa laki-laki harus sanggup memimpin perempuan. Idaman nggak, sih?

Alim amat. Nanti, dah, langsung temuin ayahnya aje.
Agak lama, sih, nunggu kehadirannya. Tapi sekali datang.. Nggak main-main, langsung muncul dengan keseriusannya. Nggak banyak janji palsu, langsung menunjukkan bukti nyata.

Nggak boleh 'ngerusak' dia. Cukup disentuh dengan doa.
Ini, nih, yang biasanya paling di-demen-in. Karena kalau sentuh-menyentuh anggota tubuh, bisa jadi hawa nafsu yang terbakar. Tapi kalau sentuh-menyentuh melalui doa? Makin cinta, makin deket sama Yang Maha Kuasa lagi. Cocok, deh, jadi seorang imam!

http://www.wall-pix.net/

Ah, gue stay positive aja, deh. Pada akhirnya, yang penting bukan bagaimana mencari sosok idaman, tapi bagaimana menjadi sosok idaman itu sendiri. Kalau sudah begitu, justru kita yang dicari-cari. Intan berharga itu nggak bisa dimiliki sembarang orang.

Sama halnya gue.


Dan lo, bisa juga :)

Written by Miichan on 18th June 2016

4 komentar:

Tinggalkan jejak dengan bahasa yang baik. Terima kasih.. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...