Sabtu, 15 Maret 2014

Shiroi Chou (白い蝶) / Kisah Kupu-Kupu Putih

Horaaa~
Ada yang tau Kisah Kupu-Kupu Putih? Kisah ini merupakan sebuah cerita rakyat dari Jepang. Kisah ini menceritakan tentang kesetiaan dan ketulusan sebuah perasaan yang disebut 'cinta'. Check this out minna-san!!
***
Pada zaman dahulu kala, hiduplah seorang pria yang telah tidak berusia muda lagi bernama Takahama. Ia tinggal di sebuah rumah kecil di belakang komplek pemakaman Kuil Sozanji. Ia adalah seseorang yang ramah, baik hati, pekerja keras, dan dipandang baik oleh masyarakat sekitar.

Takahama meskipun sudah tua, namun masih tersirat ketampanannya. Ia juga sangat pandai, tapi ia memilih untuk tinggal di rumah kecilnya untuk mengurus pemakaman di desa. Padahal, ia bisa menjadi apa saja yang ia mau yang lebih baik daripada mengurus pemakaman sampai usianya senja seperti ini.

Namun, meski ia dianggap baik oleh masyarakat sekitar, ia juga dianggap gila oleh mereka. Semata-mata karena ia sampai sekarang seperti tidak memiliki hasrat kepada wanita. Ia belum menikah dan tidak memiliki seseorang yang kelihatannya disukai. Padahal, ia memiliki kepandaian dan tampan seperti itu..

Pada suatu hari di musim panas, Takahama jatuh sakit. Ia terkena sakit yang parah sampai-sampai tak bisa bangkit dari kasurnya. Ia pun meminta adik perempuannya untuk datang mengurusnya. Maka, salah satu warga desa yang sering menjenguknya pergi memanggil adik perempuannya yang tinggal di desa yang cukup jauh dari tempat tinggal Takahama.

Adik perempuannya pun datang bersama anaknya (keponakan Takahama). Mereka pun mengurus dan menghibur Takahama di saat-saat terakhir. Pada saat mereka menghibur Takahama, datanglah seekor kupu-kupu putih. Karena dirasa mengganggu, maka kupu-kupu itu pun diusir dengan kipas. Namun, seolah enggan meninggalkan Takahama, meskipun telah diusir sampai 3 kali dengan kipas, kupu-kupu itu tetap tidak meninggalkan Takahama.

Sampai akhirnya, Takahama dijemput oleh ajalnya. Setelah menghembuskan nafasnya yang terakhir, kupu-kupu itu pergi menjauh. Khawatir akan pertanda buruk, maka sang keponakan pun mengejar kupu-kupu yang pergi itu. Ia mengejarnya sampai keluar pekarangab, kemudian memasuki area pemakaman dan hilang di atas sebuah batu nisan.

Keponakan Takahama pun memeriksa nisan tersebut, dan mendapati nisan tersebut adalah milik seorang gadis bernama Akiko yang berusia 18 tahun. Nisan itu tampaknya telah berdiri selama 50 tahun lebih. Tapi di sekelilingnya terhiaskan bunga-bunga yang seperti baru saja diletakkan akhir-akhir ini.

Sang keponakan pun bertanya kepada Ibunya akan hal itu setelah kembali dari area pemakaman.
"Akiko?" tanya Ibunya. "Dulu pamanmu bertemu dengan gadis yang sangat cantik bernama Akiko. Mereka berdua saling jatuh hati dan bertunangan. Mereka berdua memiliki masa depan yang menjanjikan karena sama-sama pandai. Namun, Akiko meninggal karena sakit menjelang acara pernikahan mereka. Takahama pun sangat sedih karena itu,"

"Pamanmu pun bersumpah untuk tidak menikah dan tinggal di dekat kuburannya karena semasa Akiko hidup, paman pernah berjanji untuk menjadi suami yang baik. Tahun-tahun berikutnya pun, pamanmu tetap memegang teguh sumpah itu dan menyimpan kenangan orang satu-satunya yang ia sukai. Setiap hari ia selalu pergi ke kuburan, baik semilir angin musim panas maupun tebalnya salju musim dingin. Ia berdoa untuk kebahagiannya di sana, merawat kuburannya, dan meletakkan bunga di sana"

Hingga pada saat Takahama sakit, maka ia tidak bisa menjenguk Akiko. Gantianlah Akikon dengan jiwanya dalam wujud kupu-kupu putih mengunjungi Takahama sampai saat terakhirnya...
***
Cinta sejati antara Takahama sama Akiko, bahkab setelah ajal menjemput tidak dapat dipisahkan :') Bagaimana menurutmu? Leave the comment, arigatou!!!

Sumber:
willyyanto.wordpress.com
Japanese Sensei - facebook.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak dengan bahasa yang baik. Terima kasih.. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...