Jumat, 28 Maret 2014

Sekilas dan Ciri-Ciri Umum tentang Bahasa Jepang

Bahasa Jepang (日本語 : Nihongo) merupakan bahasa resmi di Jepang dengan jumlah penutur ± 127.000.000 jiwa.

Bahasa Jepang tidak hanya digunakan di Jepang saja. Sejumlah penduduk negara yang pernah ditaklukkan Jepang juga menggunakannya, seperti Korea dan Republik Cina. Bahasa Jepang juga dapat didengarkan di Amerika Serikat (California dan Hawaii) dan Brasil akibat bermigrasinya orang Jepang ke daerah sana. Namun, keturunan mereka yang disebut ‘generasi ke dua’ (二世 : Nisei), tidak lagi fasih dalam bahasa ini.

Bahasa Jepang terbagi dalam dua bentuk, yaitu penuturan standar (標準語 : Hyoujungo) dan penuturan umum (共通語 : Kyoutsugo). Hyoujungo adalah bentuk yang diajarkan di sekolah dan digunakan di televisi dan segala perhubungan resmi.

TULISAN BAHASA JEPANG
Tulisan bahasa Jepang pada awalnya berasal dari tulisan bahasa China (漢字 : Kanji) yang diperkenalkan pada abad 4 M. Sebelum masa ini, orang Jepang tidak mempunyai sistem penulisan sendiri.



Tulisan Jepang terbagi menjadi 3 aksara, yaitu :
·          Aksara kanji  (漢字) yang berasal dari China
Aksara yang menunjukkan arti dan juga bunyinya.
Contoh : (watashi) / saya , (nichi) / hari , (ima) / sekarang
·         Aksara Hiragana (ひらがな)
Aksara yang dipakai untuk menuliskan nama-nama dan kata-kata asli bahasa Jepang yang tidak ada di aksara kanji, serta untuk menuliskan partikel
Contoh : すみません (sumimasen) / permisi , いつも (itsumo) / selalu , はじめまし (hajimemashite) / perkenalkan
·         Aksara Katakana (カタカナ)
Aksara yang digunakan untuk menuliskan nama-nama dan kata-kata yang diambil dari bahasa asing atau kosakata serapan.
Selain itu digunakan pula untuk nama orang asing dan nama negara, kecuali Cina dan Korea.
Contoh : マイク(Maiku) / Mike  , インドネシア (Indoneshia) / Indonesia アメリカ (Amerika) Amerika

Aksara hiragana dan katakana berunsur pada tulisan kanji dan dikembangkan pada abad 8 M oleh rohaniawan Buddha untuk membantu melafazkan karakter-karakter China.
Aksara hiragana dan katakana biasa disebut kana dan ke duanya dipengaruhi oleh fonetik bahasa Sansekerta. Hal ini masih bisa dilihat dalam urutan aksara Kana. Selain itu, ada pula sistem alih aksara ke huruf alfabetis yang kita gunakan yang disebut romaji.

Bahasa Jepang yang kita kenal saat ini ditulis dengan menggunakan kombinasi antara aksara kanji, hiragana, dan katakana.

TANDA BACA
Dalam kalimat bahasa Jepang, tidak ada spasi yang memisahkan antara kata dan kalimat sehingga semuanya tersambung. Walaupun bukan tanda baca yang baku, terkadang juga dijumpai penggunaan tanda tanya atau tanda seru di akhir kalimat.

Tanda baca yang dikenal dalam bahasa Jepang ada dua, yaitu  (句点 : koten) dan (読点 : touten). Koten berfungsi sama seperti titik, sementara touten berfungsi sama seperti koma.

TATA BAHASA
Dalam bahasa Jepang, jenis kata terdiri dari kata kerja, kata sifat, kata benda, kata keterangan, kata penghubung, dan partikel. Untuk urutannya, predikat selalu terletak di akhir kalimat.

Contohnya :
  Kochira wa Nakagawa-san desu
こちらは中川さんです
Ini adalah Nakagawa-san
         
Mainichi shinbun o yomimasu
毎日新聞を読みます
Setiap hari membaca koran

Selain itu, kata yang diterangkan selalu terletak di belakang kata yang menerangkan.
Contohnya :
Aoi sora ga sugoi desu yo
青い空がすごいですよ
Langit biru yang indah ya (aoi : biru, sora : langit)

Sono shiroi neko wa dare no desu ka?
その白い猫はだれのですか?
Kucing putih itu milik siapa? (sono : itu, shiroi : putih, neko : kucing)

Kata benda, kata kerja, dan kata sifat dalam Bahasa Jepang berfungsi sebagai predikat. Perdikat dapat menunjukkan positif / negatif dan non-waktu lampau / waktu lampau.

Kata sifat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kata sifat-i dan kata sifat-na. Kata sifat-i adalah semua kata sifat berakhiran huruf i atau yang dibaca i. Sementara kata sifat-na adalah semua kata sifat yang berakhiran selain i atau yang tidak dibaca i.

Contohnya :
Kata Sifat-i
Kata Sifat-na
広い
Hiroi
Luas
静か
Shizuka
Sepi
寒い
Samui
Dingin
にぎやか
Nigiyaka
Ramai
厚い
Atsui
Panas
きれい
Kirei (dibaca : Kiree)
Cantik
おいしい
Oishii
Lezat
有名
Yuumei (dibaca : Yuumee)
Terkenal
かわいい
Kawaii
Imut
元気
Genki
Sehat

Sementara partikel digunakan di belakang kata atau kalimat. Partikel menunukkan hubungan antara kata dengan kata dalam kalimat dan maksud si pembicara. Selain itu, juga berfungsi menambahkan berbagai arti. Contoh beberapa partikel :
    (/ha) >> “wa”
(/he) >> “e”
(/wo) >> “o”
(/no) >> “no”
(/ni) >> “ni”

Kata-kata dan ungkapan yang bisa diketahui dari konteks kalimat juga biasanya dihilangkan. Subjek dan objek pada kalimat juga biasanya dihilangkan. Contohnya :

(私は)君が大好きだ
(Watashi wa) kimi ga daisuki da
Aku suka padamu – subjek “watashi” yang berarti “saya” biasanya dihilangkan

(君は)暇なとき、なにをしますか?
Kimi wa hima na toki, nani o shimasu ka?
Apa yang kamu lakukan di waktu luang? – subjek “kimi” yang berarti “kamu” biasanya dihilangkan

KESOPANAN
Biasanya untuk menghormati orang yang lebih tinggi derajatnya, seperti kepada menteri atau direktur, dipakai Bahasa Jepang sopan yang disebut teinigo / 低に語. Untuk menyebut nama menteri, biasanya diakhiri partikel –sama atau –sangi.

Contohnya :
Menteri Itano
板のー参議


Untuk berkenalan, kita harus menggunakan bentuk bahasa sopan. Tetapi kita boleh menggunakan bahasa umum kalau sudah akrab.

Sumber : Alan Katsudou, Jurus Kilat Ngomong Bahasa Jepang untuk pemula, Laskar Aksara

Note :
Mohon maaf bila post kali ini tulisannya kurang rapi, karena pada saat membuatnya, Miichan langsung meng-copy paste ini dari Microsoft Word (sebelumnya Miichan tulis di situ). Saat mengeditnyapun berlangsung sedikit sulit karena laptop Miichan telah panas dan internetnya agak cukup lambat.

Sekian, semoga bermanfaat dan berkenan untuk meninggalkan komentar ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan jejak dengan bahasa yang baik. Terima kasih.. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...